Pesona Petungkriyono “National Nature Heritage”

Pintu Gerbang Kawasan Wisata Petungkriyono

Picture 1 of 6

Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan yang terletak dibagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Kawasan ini merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng yang masih terjaga keasriannya. Memiliki luas wilayah sekitar 7.358 Ha dan ketinggian 500 – 2100 mdpl dengan bentang alam berupa gunung-gunung, hutan belantara, air terjun dan sungai-sungai dengan air yang jernih. Dari kota Kajen (Ibukota Kabupaten Pekalongan) dan Kota Pekalongan, Petungkriyono berada di sebelah selatan dengan jarak 30 km yang dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi lewat Kecamatan Doro. Lokasi Petungkriyono ini berada tidak jauh pula dari obyek wisata Dataran Tinggi Dieng hanya berjarak sekitar 40 km yang dapat dicapai dari Kabupaten Banjarnegara lewat jalur Sibebek Wanayasa.
Memasuki Petungkriyono, niscaya akan dihadapkan lanskap pegunungan dengan tutupan hutan alam yang menghijau lebat.
Di beberapa lokasi tampak pula aliran-aliran sungai jernih menyusuri lembah serta air terjun yang mencurah dari tebing-tebing perbukitan menambah kemolekan alam kawasan ini. Petungkriyono dikenal kalangan “rimbawan” sebagai salah satu kawasan hutan yang tersisa di Jawa. Hutan Petungkriyono termasuk dalam BKPH Doro, KPH Pekalongan Timur memiliki luas 5189 Ha, sebagian besar masih berupa hutan alam yang merupakan hutan tropis dataran rendah tersisa di Pulau Jawa.
Berdasarkan penelitian pada kawasan Hutan Petungkriyono ditemukan 253 spesies yang terdiri dari 63 spesies burung, 41 spesies anggrek, 104 spesies kupu-kupu, 19 spesies paku-pakuan, 4 spesies primate dan 22 spesies pohon. Di Diantara spesies tersebut merupakan spesies lagka dan dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Flora dan Fauna yang Dilindungi yatu Lutung Hitam, Surili, Owa Jawa, Elang Hitam, Elang Jawa, Julang Mas, Anggrek Ki Aksara dan Kantung Semar. Menyambangi Petungkriyono, tak hanya akan disambut oleh keasrian alamnya yang mempesona namun kita juga akan merasakan nuansa keramahan dan kebersahabatan penduduk desa yang tinggal di daerah ini.
Di Kawasan Ekowisata Petungkriyono terdapat beberapa potensi wisata yang sangat menarik, terbagi menjadi 5 (lima) kelompok yaitu wisata pendidikan, wisata alam, wisata sejarah, wisata agro dan wisata petualangan. Wisata pendidikan terletak di Kawasan Hutan Sokokembang yang terkenal sebagai habitat Owa Jawa terbesar kedua di Indonesia. Kelompok wisata alam terdiri dari Wisata Air Terjun Sibedug, Air Terjun Curug Bajing, Air Terjun Curugmuncar dan Air Terjun Curug Lawe. Kelompok wisata sejarah terdiri dari Situs Gedong dan Situs Nogopertolo sebagai peninggalan zaman Mataram Hindu di Petungkriyono. Kelompok Wisata Agro terdiri dari Sentra Pengolahan Kopi, Gula Aren dan Kebun Strawberry. Sedangkan kelompok wisata petualangan menyuguhkan wisata pendakian Gunung Kendalisodo, Puncak Tugu yang terkenal dengan golden sunrise-nya serta Gunung Rogojembangan sebagai puncaknya Pekalongan.